Oleh: IKSPI Kera Sakti Ranting Sulang - Senin, 16 Maret 2026
Dinamika sosial di tengah bulan suci Ramadhan kembali menunjukkan wajah humanisnya melalui aksi nyata yang dilakukan oleh keluarga besar IKSPI Kera Sakti Ranting Sulang. Pada Minggu (15/03/2026), puluhan anggota pendekar berbaju hitam tersebut berkumpul di titik strategis Jalan Raya Rembang-Blora, tepatnya di depan Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Sulang, untuk menggelar aksi sosial bertajuk berbagi takjil gratis.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB ini menyasar para pengguna jalan, mulai dari pengemudi angkutan umum, pengendara motor, hingga pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut. Kehadiran para pendekar ini tidak hanya membawa paket hidangan berbuka, tetapi juga membawa pesan kerukunan dan semangat gotong royong yang menjadi napas organisasi selama ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi dalam menyambut inisiatif ini. Sebanyak ratusan paket takjil ludes dibagikan dalam waktu singkat, berkat koordinasi yang apik antara anggota ranting dan dukungan dari aparat kepolisian setempat yang turut membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Ketua IKSPI Kera Sakti Ranting Sulang, Yusuf Cahyono Susilo S.M., terjun langsung memimpin jalannya pembagian takjil. Mengenakan seragam kebanggaan, ia tampak telaten menyapa satu per satu warga yang berhenti sejenak untuk menerima bingkisan, menciptakan suasana hangat di tengah teriknya sisa matahari sore di wilayah Sulang.
"Kami ingin mengedepankan sisi inklusivitas organisasi. IKSPI bukan sekadar perguruan bela diri yang melatih fisik, tetapi juga tempat menempa mentalitas kepedulian sosial bagi seluruh anggotanya," ujar Yusuf di sela-sela kesibukannya mengatur barisan anggota yang bertugas.
Menurut Yusuf, pemilihan lokasi di depan Polsek Sulang memiliki makna simbolis tersendiri. Hal ini menegaskan sinergitas yang kuat antara perguruan silat dengan aparat penegak hukum dalam menjaga kondusivitas wilayah, serta memastikan bahwa kegiatan masyarakat tetap berjalan aman dan tertib selama bulan Ramadhan.
Setelah aksi pembagian takjil usai, agenda dilanjutkan dengan kegiatan internal yakni buka puasa bersama. Seluruh anggota yang hadir berkumpul dalam satu meja panjang di area yang telah disiapkan, menunjukkan solidaritas tanpa batas antar jenjang usia maupun tingkat keilmuan di dalam organisasi tersebut.
Dalam sesi wawancara khusus, Yusuf Cahyono Susilo S.M. mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus ditingkatkan kualitasnya. Ia memandang bahwa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, nilai-nilai kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama bagi para pendekar Kera Sakti.
"Ramadhan adalah momentum yang sangat tepat bagi kami untuk melakukan refleksi diri. Jika biasanya kita berlatih jurus untuk pertahanan diri, hari ini kita melatih hati untuk memberi tanpa pamrih kepada sesama yang membutuhkan," ungkap Yusuf dengan nada bicara yang tenang namun berwibawa.
Lebih lanjut, Yusuf menekankan pentingnya peran pemuda, khususnya para pendekar, dalam mengisi ruang-ruang positif di tengah masyarakat. Ia berharap agar aksi kecil yang dilakukan oleh Ranting Sulang ini dapat menginspirasi kelompok masyarakat lainnya untuk turut bergerak melakukan hal serupa.
Yusuf juga menambahkan bahwa pembiayaan kegiatan ini bersumber dari donasi sukarela para anggota. Hal ini membuktikan bahwa semangat kemandirian organisasi masih sangat kental, di mana setiap individu merasa memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
"Kami tidak melihat besar kecilnya nominal yang terkumpul, tetapi keikhlasan dari setiap anggota. Inilah yang kami sebut sebagai 'jiwa korsa' yang positif, di mana kita bersatu bukan untuk perpecahan, melainkan untuk menebar manfaat," lanjut alumnus sarjana manajemen tersebut.
Menyinggung soal keamanan di wilayah Sulang, Yusuf memastikan bahwa IKSPI Kera Sakti akan selalu menjadi mitra bagi kepolisian. Ia kerap memberikan instruksi kepada anggotanya agar selalu menjaga perilaku di ruang publik agar tetap santun dan tidak memicu gesekan antar kelompok manapun.
Kehangatan acara buka puasa bersama sore itu pun ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kejayaan organisasi. Suasana akrab sangat terasa ketika para senior dan yunior berbaur tanpa sekat, membicarakan rencana pengembangan ranting ke depannya sambil menikmati hidangan sederhana.
Yusuf berharap, melalui kegiatan ini, citra perguruan silat di mata masyarakat semakin positif. Ia sadar bahwa tantangan stigma negatif terhadap organisasi bela diri terkadang masih muncul, namun ia memilih menjawabnya melalui aksi nyata yang bermanfaat langsung bagi publik.
"Eksistensi kami diakui bukan karena seberapa kuat kami bertarung, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan oleh tetangga dan warga di sekitar kita. Itulah filosofi Kera Sakti yang sesungguhnya yang ingin kami tanamkan di Sulang," tegasnya menutup pembicaraan.
Masyarakat yang melintas memberikan apresiasi positif terhadap inisiatif ini. Salah seorang warga, Supardi (45), mengaku terkesan dengan ketertiban para anggota IKSPI. Menurutnya, aksi bagi takjil ini sangat membantu mereka yang masih berada di perjalanan saat adzan maghrib berkumandang.
Ke depan, Ranting Sulang berencana untuk memperluas jangkauan aksi sosial mereka, tidak hanya terbatas pada pembagian makanan, tetapi juga dalam bentuk bakti sosial lainnya seperti bantuan air bersih atau renovasi fasilitas umum jika kondisi memungkinkan.
Hingga acara berakhir pada pukul 19.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Para anggota pun membubarkan diri dengan tertib setelah memastikan kebersihan lokasi tetap terjaga dari sisa-sisa kemasan takjil yang mungkin tertinggal.
Aksi yang dilakukan oleh IKSPI Kera Sakti Ranting Sulang ini menjadi oase di tengah kesibukan masyarakat menjelang hari raya. Semangat berbagi ini membuktikan bahwa tradisi bela diri nusantara mampu bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang solid dan menyejukkan bagi semua kalangan.




